Seorang teman bercerita tentang burung beo yang dipaku didinding seperti disalib oleh sipemiliknya. Hal itu akibat perbuatannya yang selalu mengulang-ulang kata "satu truk lagi" kepada sopir mobil truk yang mengantar pasir kerumah tuannya.
Seekor kedelai biasanya menjadi lambang orang yang masuk lubang dua kali -- Jangan seperti keledai yang terperosok kedalam lubang yang sama dua kali -- demikain bunyi pribahasa 'zadul' yang saya pernah dengar
Pak belalang dalam cerita prosa "zadul" (saya baca ceritanya pada saat saya masih duduk di SD, jadi masih termasuk zaman dulu, bukan zaman purba) digambarkan sebagai orang yang beruntung walaupun pada awal dia sesungguhnya "merekayasa" ramalannya.
Banyak lagi cerita, kisah, hikayat atau peribasa "zadul" yang dapat merupakan gambaran kita sekarang ini
Dalam banyak hal tanpa kita sadar, saat sekarang ini banyak yang dikerjakan orang mirip-mirip burung beo, Meniru, dan celakanya kalau yang ditiru itu adalah kesalahan, sehingga menjadi mirip keledai. Tapi banyak juga yang meniru kemudian beruntung menemukan hal baru...seperti halnya Pak Belalang
Beberapa diantara kita pandai sekali merekasaya sesuatu, seperti dalam cerita Pak Belalang, seringkali berhasil, baik itu hal yang baik maupun hal yang buruk... Hal yang baik akan menciptakan kesempatan sebaliknya hal yan buruk akan dapat merugikan orang lain.
Mau jadi yang manakah kita....?

Poskan Komentar