Beberapa tahun yang lalu seorang atasan saya pernah mengatakan "Katakanlah yang salah seribu kali maka dia akan menjadi benar". Waktu itu saya sangat tidak paham apa yang dimaksud. Namun dengan penjelasan dan contoh yang diberikan akhirnya saya mengerti apa yang dimaksud..
Banyak hal dibangun disekitar kita dengan membangun opini, kemudian khalayak digiring sedemikain rupa kepada opini tersebut sehingga seolah-olah benar terjadi.. sampai suatu saat opini itu kemudian diyakini sebagai suatu kebenaran...
Tidak kurang seorang ketua ormas muslimin, seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, bahkan menjelekkan dan menyalahkan kaumnya sendiri, kaum muslimin. Ini ternyata membangun opini yang membuat umat muslim mempunyai streotype yang buruk. Tapi pernahkah mereka menyampaikan, mengajarkan, menerapkan metode yang baik bahkan unggul untuk memperbaiki komunitas kita..? Ada apakah sebenarnya...?
"Shalatlah kamu bersama Imam", demikian Nabi pernah bersabda. Pernahkah ada Imam yang salah..? Bolehkan kita menegur imam yang salah...? Jika sang Imam benar, maka akan menjadi contoh dan panutan yang baik... Setahu saya sang Imam tidak cuma membela sekelompok orang saja, misalnya dari shaf yang sebelah kanan saja...tidak pernah lho...
Ternyata shalat berjamaah menjelaskan banyak hal... termasuk menegur pemimpin yang salah...
Saya jadi teringat dengan pertanyaan teman saya, "Bagaimana dengan sabdo pandhito ratu?" demikian teman saya bertanya ... setelah dia menanyakan arti kata "...Tut wuri handayani...." seperti yang pernah saya tulis dalam blog ini beberapa waktu yang lalu.
Sejauh sang "Ratu" benar, sebagaimana layaknya sang Imam dalam shalat, maka kata-katanya itu kita ikuti..... demikian saya sampaikan kepada teman tadi.
Mengapa demikian...?
Apa yang saya dapat dari kejadian harian, mingguan, bulanan dan seterusnya adalah bahwa benar atau salah hasil karya cipta manusia ini menjadi relatif... tergantaung bagaimana si manusia itu mengembangkannya... Sesuatu yang salah akan menjadi benar dengan menyakinkan banyak orang untuk mendukung kebenaran semu yang dia sampaikan, apalagi jika hal itu disampaikan oleh manusia yang mempunyai kekuasaan... sebaliknya yang benar dapat menjadi salah..... juga dengan campur tangan manusia yang mempunyai berbagai kepentingan....
Itu terjadi dengan dua tokok kaum muslimin di Indonesia ini... simaklah jika nanti mendekati hari raya..... maka masing-masing akan mengeluarkan kebenaran kelompoknya dalam menetapkan hari raya tanpa ada pemecahannya (paling tidak selama indonesia merdeka yang sudah mencapai 63 tahun). Dilain pihak, waktu gerhana matahari atau bulan dapat diprediksi sampai ke orde detiknya.
Ternyata benar dan salah dimata manusia memiliki relativitas sesuai dengan tujuan yang ada dalam alam fikirannya masing-masing..... Bahkan seorang scientist yang bertanggung jawab menyampaikan kebenaranpun dapat mengubah kebenaran yang tidak dia sukai, tidak percaya...? anda boleh lihat film lingkungan hidup yang dibintangi oleh Al Gore mantan wapres Amerika Serikat..
Bagaimana disekitar kita....?
Banyak hal dibangun disekitar kita dengan membangun opini, kemudian khalayak digiring sedemikain rupa kepada opini tersebut sehingga seolah-olah benar terjadi.. sampai suatu saat opini itu kemudian diyakini sebagai suatu kebenaran...
Tidak kurang seorang ketua ormas muslimin, seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, bahkan menjelekkan dan menyalahkan kaumnya sendiri, kaum muslimin. Ini ternyata membangun opini yang membuat umat muslim mempunyai streotype yang buruk. Tapi pernahkah mereka menyampaikan, mengajarkan, menerapkan metode yang baik bahkan unggul untuk memperbaiki komunitas kita..? Ada apakah sebenarnya...?
"Shalatlah kamu bersama Imam", demikian Nabi pernah bersabda. Pernahkah ada Imam yang salah..? Bolehkan kita menegur imam yang salah...? Jika sang Imam benar, maka akan menjadi contoh dan panutan yang baik... Setahu saya sang Imam tidak cuma membela sekelompok orang saja, misalnya dari shaf yang sebelah kanan saja...tidak pernah lho...
Ternyata shalat berjamaah menjelaskan banyak hal... termasuk menegur pemimpin yang salah...
Saya jadi teringat dengan pertanyaan teman saya, "Bagaimana dengan sabdo pandhito ratu?" demikian teman saya bertanya ... setelah dia menanyakan arti kata "...Tut wuri handayani...." seperti yang pernah saya tulis dalam blog ini beberapa waktu yang lalu.
Sejauh sang "Ratu" benar, sebagaimana layaknya sang Imam dalam shalat, maka kata-katanya itu kita ikuti..... demikian saya sampaikan kepada teman tadi.
Mengapa demikian...?
Apa yang saya dapat dari kejadian harian, mingguan, bulanan dan seterusnya adalah bahwa benar atau salah hasil karya cipta manusia ini menjadi relatif... tergantaung bagaimana si manusia itu mengembangkannya... Sesuatu yang salah akan menjadi benar dengan menyakinkan banyak orang untuk mendukung kebenaran semu yang dia sampaikan, apalagi jika hal itu disampaikan oleh manusia yang mempunyai kekuasaan... sebaliknya yang benar dapat menjadi salah..... juga dengan campur tangan manusia yang mempunyai berbagai kepentingan....
Itu terjadi dengan dua tokok kaum muslimin di Indonesia ini... simaklah jika nanti mendekati hari raya..... maka masing-masing akan mengeluarkan kebenaran kelompoknya dalam menetapkan hari raya tanpa ada pemecahannya (paling tidak selama indonesia merdeka yang sudah mencapai 63 tahun). Dilain pihak, waktu gerhana matahari atau bulan dapat diprediksi sampai ke orde detiknya.
Ternyata benar dan salah dimata manusia memiliki relativitas sesuai dengan tujuan yang ada dalam alam fikirannya masing-masing..... Bahkan seorang scientist yang bertanggung jawab menyampaikan kebenaranpun dapat mengubah kebenaran yang tidak dia sukai, tidak percaya...? anda boleh lihat film lingkungan hidup yang dibintangi oleh Al Gore mantan wapres Amerika Serikat..
Bagaimana disekitar kita....?
Walaupun disekitar kita semua berlangsung demikian, kita tidak perlu takut, karena sesungguhnya kita sudah diberi petunjuk. Layaknya standar atau referensi yang dapat dijadikan acuan untuk mendapatkan kebenaran.
Marilah kita kembali kejalan yang benar wahai manusia....

Poskan Komentar