Beberapa waktu yang lalu saya membaca ulasan atas tulisan yang mengajak untuk membaca Alquran dengan cara yang lain seperti halnya kita membaca bible.... Bagi saya memahami Alquran bukan dengan cara seperti yang diusulkan mereka, karena banyak sekali referensi yang telah ditulis oleh banyak ahli dan ulama. Mungkin para penganjur bidah ini harus belajar seperti para tokoh jaman dahulu kala yang ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan karena faham akan apa yang tertulis dalam Alqur'an.
Seorang yang mengangap dirinya tokoh muslim di negeri yang bernama Indonesia justru pernah berucap didepan umum dengan bersemangat menjelekkan umat muslim. Yang menjadi pertanyaan dalam benak saya pernahkah tokoh ini berbuat sesuatu yang lebih nyata... bukan sekedar ikut kumpul dan makan bersama tetapi benar-benar berbuat sesuatu untuk memajukan kaum muslimin tanpa embel-embel apapun seperti keinginan untuk menjadi presiden atau mencari bantuan dana dari negara kapitalis.
Patut dipertanyakan apa prestasi mereka dalam membangun kemajuan umat islam atau negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini..
Pernah saya menanyakan kepada seorang teman tentang pendapatnya mengapa dia tidak mau mendiskusikan atau mendebat kepada orang yang selalu mempunyai pandangan miring kepada kaum muslim... Teman saya ini menjawab bahwa tidak ada gunanya mendiskusi hal-hal yang berhubungan dengan islam kepada orang seperti itu. Saya sampaikan pula bahwa seorang pembela agama ini pernah berucap bahwa pada kalimat " ... lakum dinukum waliyadin" kita diminta untuk terlebih dahulu menyampaikan kebenaran jika kemudian mereka menolak, maka kita sampaikan kalimat tadi. Tapi kemudian teman saya menjawab dengan surat Al Baqarah 18: "summum bukmun umyun fahum.."
Dilain waktu saya mendapat email dari group milis yang saya ikuti dimana salah seorang mereferensikan sebuah situs yang memuat video dan cerita dari para ahli bidah dan orang-orang yang meragukan kebenaran Alqur'an dan islam. Setelah beberapa tanggapan atas posting itu, saya menyampaikan apa yang disampaikan oleh teman saya tadi "summum bukmun umyun fahum.." . Ada tanggapan yang menurut saya cukup bagus, berikut adalah tanggapan dari seorang musafir muda
Memang dalam berda'wah itu ada beberapa tahapan, termasuk pula kepada ahli kitab, sebagaimana firman Alloh dalam surat An Nahl 125: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
- Di sini Alloh menjelaskan 3 tahapan dalam berda'wah, yaitu: dengan Hikmah, yaitu Al Qur'an dan As Sunnah, maksudnya dengan mendatangkan dalil2 yang kuat dalam menjelaskan perihal agama ini kepada yang dida'wahkan. Biasanya metode ini dipakai saat kita memberikan kajian atau materi da'wah dalam sebuah majelis..
- pelajaran yg baik, dengan mengambil pelajaran2 yang ada dalam kisah-kisah Al Qur'am, hadits-hadits Nabi dan kisah para salafush shalih. Yaitu saat seseorang meminta contoh dan metode yang dilakukan selama berda'wah, maka lebih baik kita memberinya contoh-contoh yang sesuai dengan manhaj da'wah Nabi.
- bantahan yang baik, yaitu saat mereka tidak menolak da'wah yang haq ini. Biasanya diterapkan ada orang-orang yang bertanya namun untuk bersikeras mempertahankan pendapatnya karena belitan syubhat dan syahwat yang ada pada dirinya. Adapun jika mereka tetap menolaknya, maka kita diperintahkan untuk meninggalkannya setelah kita melaksanakan ketiga metode di atas. Sedangkan jika yang mengajak debat tersebut adalah ahli bid'ah (bukan pelaku bid'ah) maka lebih baik menjauh, sebab dikhawatirkan hal tersebut akan mempengaruhi keteguhan hati dan iman kita. Dan banyak kisah-kisah seputar ini, dimana para imam-imam dan ulama menolak dibacakan al Qur'an oleh ahli bid'ah, sebagaimana perkataan mereka..
"Sesungguhnya aku mengetahui bahwa Al Qur'an itu haq, namun aku khawatir jika aku terpengaruh oleh bacaan dan tafsir mereka, sehingga aku menjadi condong kepadanya (ahli bid'ah).." adapun bacaan "summum bukmun umyun fahum.." sebagaimana dalam surat Al Baqarah 18: Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (kejalan yang benar)...
Merupakan sebuah gambaran tentang orang-orang kafir yang benar-benar telah menolak agama haq ini, maka lebih baik kita meninggalkannya.
Karena jika telah terpenuhi hujjah (dengan ketiga metode di atas) tidak ada kewajiban atas kita untuk menda'wahi mereka kembali, sampai mereka sendiri kembali kepada jalan Al Haq.. wallohu a'lam.
Insya Allah kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada diri kita dan disekitar kita, amin

Poskan Komentar